rakan setia..

Memaparkan catatan dengan label nukilan anonymous.... Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label nukilan anonymous.... Papar semua catatan

Ahad, Ogos 14

bace la..

Hi, Mommy.



I'm your baby. You don't know me yet, I'm only a few
weeks old. You're going to find out about me soon, though, I promise.
Let me tell you some things about me. My name is John, and I've got
beautiful brown eyes and black hair. Well, I don't have it yet, but I
will when I'm born. I'm going to be your only child, and you'll call me
your one and only. I'm going to grow up without a daddy mostly, but we
have each other. We'll help each other, and love each other. I want to
be a doctor when I grow up.

You found out about me today, Mommy! You were so excited, you couldn't
wait to tell everyone. All you could do all day was smile, and life was
perfect. You have a beautiful smile, Mommy. It will be the first face I
will see in my life, and it will be the best thing I see in my life. I
know it already.

Today was the day you told Daddy. You were so excited to tell him about
me! ...He wasn't happy, Mommy. He kind of got angry. I don't think that
you noticed, but he did. He started to talk about something called
wedlock, and money, and bills, and stuff I don't think I understand
yet. You were still happy, though, so it was okay. Then he did
something scary, Mommy. He hit you. I could feel you fall backward, and
your hands flying up to protect me. I was okay... but I was very sad
for you. You were crying then, Mommy. That's a sound I don't like. It
doesn't make me feel good. It made me cry, too. He said sorry after,
and he hugged you again. You forgave him, Mommy, but I'm not sure if I
do. It wasn't right. You say he loves you... why would he hurt you? I
don't like it, Mommy.

Finally, you can see me! Your stomach is a little bit bigger, and
you're so proud of me! You went out with your mommy to buy new clothes,
and you were so so so happy. You sing to me, too. You have the most
beautiful voice in the whole wide world. When you sing is when I'm
happiest. And you talk to me, and I feel safe. So safe. You just wait
and see, Mommy. When I am born I will be perfect just for you. I will
make you proud, and I will love you with all of my heart.

I can move my hands and feet now, Mommy. I do it because you put your
hands on your belly to feel me, and I giggle. You giggle, too. I love
you, Mommy.

Daddy came to see you today, Mommy. I got really scared. He was acting
funny and he wasn't talking right. He said he didn't want you. I don't
know why, but that's what he said. And he hit you again. I got angry,
Mommy. When I grow up I promise I won't let you get hurt! I promise to
protect you. Daddy is bad. I don't care if you think that he is a good
person, I think he's bad. But he hit you, and he said he didn't want
us. He doesn't like me. Why doesn't he like me, Mommy?



You didn't talk to me tonight, Mommy. Is everything okay?

It's been three days since you saw Daddy. You haven't talked to me or
touched me or anything since that. Don't you still love me, Mommy? I
still love you. I think you feel sad. The only time I feel you is when
you sleep. You sleep funny, kind of curled up on your side. And you hug
me with your arms, and I feel safe and warm again. Why don't you do
that when you're awake, any more?

I'm 21 weeks old today, Mommy. Aren't you proud of me? We're going
somewhere today, and it's somewhere new. I'm excited. It looks like a
hospital, too. I want to be a doctor when I grow up, Mommy. Did I tell
you that? I hope you're as excited as I am. I can't wait.

...Mommy, I'm getting scared. Your heart is still beating, but I don't
know what you are thinking. The doctor is talking to you. I think
something's going to happen soon. I'm really, really, really scared,
Mommy. Please tell me you love me. Then I will feel safe again. I love
you!

Mommy, what are they doing to me!? It hurts! Please make them stop! It
feels bad! Please, Mommy, please please help me! Make them stop!

Don't worry Mommy, I'm safe. I'm in heaven with the angels now. They
told me what you did, and they said it's called an abortion.

Why, Mommy? Why did you do it? Don't you love me any more? Why did you
get rid of me? I'm really, really, really sorry if I did something
wrong, Mommy. I love you, Mommy! I love you with all of my heart. Why
don't you love me? What did I do to deserve what they did to me? I want
to live, Mommy! Please! It really, really hurts to see you not care
about me, and not talk to me. Didn't I love you enough? Please say
you'll keep me, Mommy! I want to live smile and watch the clouds and
see your face and grow up and be a doctor. I don't want to be here, I
want you to love me again! I'm really really really sorry if I did
something wrong. I love you!

I love you, Mommy.

Every abortion is just…

One more heart that was stopped.

Two more eyes that will never see.

Two more hands that will never touch.

Two more legs that will never run.

One more mouth that will never speak.



If you’re against abortion, reblog.

thanks..

Khamis, Mei 26

pujuk lah diri sendiri..

Bila kita rasa tertekan, kita mahu orang pujuk. Bila kita rasa nak menangis, kita kalau boleh mahukan crying shoulder.

Tetapi sama ada kita sedar atau tidak, tiada siapa yang bersama dengan kita dari kalangan manusia ini, sepanjang 24 jam penuh.

Saya bercakap dalam konteks manusia. Ya, kita boleh kata Allah ada. Itu satu kenyataan yang tidak punya penafian. Tetapi manusia fitrahnya perlukan manusia lain juga untuk menyokongnya. Jika tidak, Allah tidak akan mengajar kita berukhuwwah, Islam tidak akan mendidik kita untuk bersilaturrahim.

Walaupun mungkin kita mempunyai sahabat terbaik, tetap sahabat terbaik itu tidak dapat bersama kita 24 jam penuh.
Dari kalangan manusia, yang bersama kita 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan, 12 bulan setahun, dan bertahun-tahun dalam sepanjang kehidupan kita, hanyalah kita sahaja.

Maka belajarlah memujuk diri sendiri.

Selain Allah, yang paling memahami diri kita adalah kita sendiri sebenarnya.

Menyediakan dasar yang kuat

Bukan mudah hendak memujuk diri sendiri. Perlukan kekuatan dan tenaga yang besar. Hendak menggembleng fikiran dan rohani agar kekal tenang bukan satu perkara semudah 123.

Justeru untuk melatih kita agar berjaya memujuk diri dalam situasi yang menekan, perlu ada dasar yang sangat kuat, agar mampu menampung tekanan dan bebanan yang menimpa kita.

Apakah dasar itu?

Itulah dia keimanan.

Saya, secara jujurnya, tidak nampak apakah lagi dasar yang lebih utuh daripada dasar ini.

Hanya dengan keimanan sahaja, kita akan berjaya memujuk, merasionalkan, dan menenangkan diri.

“Dan janganlah kamu merasa lemah (dalam perjuangan mempertahan dan menegakkan Islam), dan janganlah kamu berdukacita (terhadap apa yang akan menimpa kamu), padahal kamulah orang-orang yang tertinggi (mengatasi musuh dengan mencapai kemenangan) jika kamu orang-orang yang (sungguh-sungguh) beriman.” Surah Ali-Imran ayat 139.




Menangis

Kadangkala, ‘pemujuk’ itu sudah wujud di dalam diri kita. Saya jumpa satu ‘pemujuk’ yang menyeronokkan.
Itulah dia satu makhluk bernama tangisan.

Ya. Menangis. Menangislah. Menangis puas-puas. Lepaskan segalanya.

Hakikatnya, menangis itu sendiri satu pujukan untuk diri. Kita lepaskan bebanan itu dalam bentuk air ibarat membuka empangan yang menahan air.

Tetapi jangan menangis seperti orang biasa. Kita orang beriman adalah manusia luar biasa. Menangislah sambil berfikir. Berfikir akan masalah yang sedang dihadapi, ujian yang sedang ditanggungi. Jika ada apa-apa masalah yang tersimpan di dalam hati, keluarkan semuanya di dalam tangisan yang sedang mengalir.

Biar kita menangis untuk melapangkan jiwa. Bukan tangis kita tangis yang menambah kelemahan. Di samping air mata yang mengalir itu, ambil peluang ini untuk rasa kerdil di hadapan Allah SWT. Rasakan air mata yang tumpah itu, adalah satu bentuk kerendahan kita betapa kita ini manusia dan tak mampu nak tangani ujian ini. Air mata, itu adalah bukti kelemahan kita di hadapan Allah.

Moga-moga dengan terhapusnya ego kita, Allah mendamaikan jiwa, melapangkan hati, dan memberikan kita ketenangan dan jalan keluar kepada masalah kita.

“…kerana sesungguhnya orang-orang yang diberi ilmu sebelum itu apabila dibacakan Al-Quran kepada mereka, mereka segera tunduk sujud (dalam keadaan hiba dan khusyuk); Serta mereka menegaskan (dalam sujudnya): Maha Suci Tuhan kami! Sesungguhnya janji Tuhan kami tetap terlaksana. Dan mereka segera tunduk sujud itu sambil menangis, sedang Al-Quran menambahkan mereka khusyuk.”  Surah Al-Israa’ ayat 107-109.

Nanti apabila air mata kita telah berhenti, kita akan rasa satu kelapangan yang besar.

InsyaAllah, ketika itu kita sudah sedikit tenang dan mula kembali menyusun strategi untuk menyelesaikan masalah kita.




Muhasabah

Satu lagi cara memujuk hati adalah dengan muhasabah.

Ya. Dengan kita memandang semula apa yang telah kita lakukan sehingga Allah menguji kita sebegini rupa. Kita lihat kembali apakah yang telah kita lakukan.

“Oh, aku masih tak tinggal dosa yang ni. Patutlah Allah tak bagi aku yang ini”

“Oh, aku silap di sini. Patutlah”

“La, memang salah aku rupanya”

“Hem… benda ni bolah selesaikan macam ni je rupanya. Apa fasal la tak nampak tadi”

Dan begitulah.

Dengan muhasabah, hati akan rasa tenang. Kita akan melihat kembali di mana kesalahan kita. Kita akan dapat menyusun pula rancangan kita yang seterusnya.

Dan orang yang hebat, adalah apabila dia jatuh, dia cepat-cepat naik semula.

Bagaimana dia cepat-cepat naik semula?

Dengan dia mengambil pengajaran atas kejatuhannya = muhasabah.

Hadapi masalah. Jangan lari

Justeru pujuklah diri. Kuatkan hati, teguhkan jiwa, tenangkan kalbu.

Jangan lari dari masalah. Hadapinya. Langkahinya. Lari tidak menyelesaikan apa-apa.

Dan kemungkinan besar selepas kita bersemuka dengan ujian itu, penyelesaiannya adalah apa yang selama ini kita hajat-hajatkan. Mungkin selepas kita tabah menghadapinya, kita akan bertemu dengan sesuatu yang kita harapkan.
Siapa tahu.

Tetapi yang saya tahu, Allah tidak akan menciptakan sesuatu itu dengan sia-sia.
Termasuklah ujian.

Mesti ada sesuatu yang Allah hendak berikan, Allah hendak ajarkan, Allah hendak beritahu kepada kita dengan hadirnya ujian itu.

Tinggal kita sahaja tidak memerhatikan.

Maka hadapilah ujian.

Pujuklah diri.

Tenanglah jiwa, damailah hati!

Hilal Asyraf

pssstt..ini adalah nukilan dari Hilal Asyraf..aq rse aq patot kongsi nye ngan sume orang..so aq repost dalam blog aq..
moga dapat manfaat bersama..

Selasa, Mac 15

bace n renung2 kan lah..

Siapakah orang yang sibuk? Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil berat akan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s

Siapakah orang yang manis senyumanya? Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambilberkata,"Ya Rabbi Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin? Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada sentiasa menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan...

Siapakah orang yang paling cantik? Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas? Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan saujana mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit? Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya...

Siapakah orang yang mempunyai akal? Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak kerana telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka..

Siapakah org yg KEDEKUT ? Orang yg kedekut ialah org yg membiar tanpa mepmbaca pos iini begitu sahaja, malah dia tidak menyampaikan pula pada org lain.


mari bace..nie nukilan anonymous..aq bace kat fb n terase nk share ngan pembace2 blog aq..renung2 kan la kita tergolong dlm golongan yg mane..

adios...

Khamis, November 18

ibu oh ibu..

Seorang anak mendapatkan ibunya yang sedang sibuk

menyediakan makan  malam di dapur lalu menghulurkan sekeping kertas yang
bertulis sesuatu.Si ibu segera mengesatkan tangan di apron menyambut
kertas yang
dihulurkan oleh sianak lalu membacanya.

Kos upah membantu ibu:

1) Tolong pergi kedai RM4.00
2) Tolong jaga adik RM4.00
3) Tolong buang sampah RM1.00
4) Tolong kemas bilik RM2.00
5) Tolong siram bunga RM3.00
6) Tolong sapu sampah RM3.00

Jumlah : RM17.00
Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak
sambil sesuatu berlegar-legar si mindanya. Si ibu mencapai sebatang
pen dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.

1) Kos mengandungkanmu selama 9 bulan - PERCUMA
2) Kos berjaga malam kerana menjagamu - PERCUMA
3) Kos air mata yang menitis keranamu - PERCUMA
4) Kos kerunsingan kerana bimbangkanmu - PERCUMA
5) Kos menyediakan makan minum, pakaian &
keperluanmu - PERCUMA



Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - PERCUMA
Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang
dituliskan oleh si ibu. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata,

"Saya Sayangkan Ibu".
Kemudian si anak mengambil pen dan menulis "Telah Dibayar" pada
mukasurat yang ditulisnya.


sAyAnGiLa IbU aNdA

wahai anak adam..

Manusia - Eh, dah subuh dah?
Malaikat - bangunlah wahai anak Adam, tunaikan solat subuh mu .....
Syaitan - Alahhhhhh, kejaplah, ngantuk ini...awal lagi nie?.zzzzzzzz

Manusia - Nak makan, laparlah ??
Malaikat - Wahai Anak Adam, mulakanlah dengan Bismillah... ..
Syaitan - Ahh, tak payahla... dah lapar ini !! mmm..sedapnyaaaa? .....

Manusia - Hari ni nak pakai apa ye?
Malaikat - Wahai anak Adam, pakailah pakaian yang menutup aurat..
Syaitan - Ehh, panaslah, takde style langsung, nampak kampung!!!

Manusia - Alamak, dah lewat!
Malaikat - Bersegeralah wahai manusia , nanti terlewat ke pejabat..
Syaitan - Ahhh?awal lagi?mmm..aaahh? suruh si X, punchkanlah?

Manusia - Azan sudah kedengaran.. .....
Malaikat - Wahai anak Adam, bersegeralah menunaikan kewajipan
Syaitan - Baru pukul berapa.. rilex lah..awal lagi nieii?.

Manusia - Eh, eh... tak boleh tengok ini, berdosa...
Malaikat - Wahai anak Adam, alihkanlah pandanganmu, sesungguhnya Allah Maha Melihat dan mengetahui !
Syaitan - Perggghh... best tu... . rugi ooo kalau tak tengok nie..

Manusia - Saudaraku sedang melakukan dosa
Malaikat - Wahai anak Adam, cegahla ia..
Syaitan - Apa kau sibuk? Jangan jaga tepi kain orang, lantaklahh? ...

Manusia - Elok kalau aku sampaikan nasihat ini kepada orang lain
Malaikat - Wahai anak Adam, nasihat-menasihatil ah sesama kamu..
Syaitan - Sendiri pikirlah, semua dah besar, buat apa susah2... pandai2lah?

Manusia - aku telah berdosa..
Malaikat - Wahai anak Adam, bertaubatlah kamu,sesungguhnya Allah Maha Pengampun. .
Syaitan - Tangguhlah dulu, lain kali boleh bertaubat... lagipun muda hanya sekali....rugila. ...... (kalau sempatla)

Manusia - Kalau pergi, mesti seronok!
Malaikat - Wahai anak Adam, kakimu ingin melangkah ke jalan yang dimurkai Allah, berpalinglah dari jalan itu .....
Syaitan - Jangan bimbang, tiada sesiapa yang tahu...Jomlahhh?

Manusia - Uuhhh?letihnya arini..tak solat lagi nieee?.
Malaikat - Wahai anak Adam, taatilah Allah dan RasulNYA, kebahagiaan di dunia dan akhirat untukmu. Solat itu wajib bagimu...
Syaitan - Hey anak Adam, ikutilah aku,kebahagiaan di dunia (sahaja) dan kebahagiaan diakhirat (jangan mimpilah!) untukmu....

Isnin, Oktober 25

10 wasiat Imam Hassan Al-banna

1.Apabila mendengar AZAN,makan bangunlah sembahyang serta-mertawalaubagaimana keadaan sekalipun

2.Bacalah AL-QURAN,tatapilah buku2 ilmu,pergilah ke majlis2ilmu,amalkanlah zikrullah dan janganlah membuang masa dalam perkara yang tidakmemberi faedah.

3.Berusahalah untuk bertutur dalam BAHASA ARAB kerana bahasaarab yang betul itu adalah syiar Islam.

4.Janganlah BERTENGKAR dalam apa-apa perkara sekalipun kerananpertengkaran yang kosong tiada memberi apa2 kebaikan.

5.Janganlah banyak KETAWA kerana hati yang sentiasa berhubungdengan Allah itu sentiasa tenang lagi tenteram.

6.Janganlah banyak BERGURAU kerana umat yang sedang berjuang itutidak mengerti melainkan bersungguh2 dalam setiap perkara.

7.Janganlah bercakap lebih NYARING daripada kadar yangdikehendaki oleh pendengar kerana percakapan yang nyaring itu adalah suaturesmi yang sia2 malah menyakiti orang.

8.Jauhilah daripada MENGUMPAT peribadi orang,mengecampertubuhan2 dan janganlah bercakap melainkan apa2 yang memberi kebajikan.

9.BERKENAL-KENAL lah dengan setiap muslim yang ditemui keranaasas gerakan dakwah kita ialah berkenalan dan berkasih sayang.

10.KEWAJIPAN LEBIH BANYAK DARI MASA yang ada pada kita.Olehitu,gunakanlah masa dengan sebaik-baiknya dan ringkaskanlah perlaksanaannya.


BACALAH-RENUNGKANLAH-AMALKANLAH


Jumaat, Oktober 1

ajaibkah iman kita??

Suatu hari Rasulullah s.a.w bersama para sahabat baginda, lalu baginda bertanya kepada sahabatnya"Wahai sahabatku, siapakah makhluk Allah yang imannya paling menakjubkan (man a'jabul khalqi imanan)?"
Demikian pertanyaan Rasulullah s.a.w kepada sahabatnya di suatu pagi.
(tau x riwayat ape??klu tau tlg beritau..)

Para sahabat langsung menjawab, "Malaikat!"

Rasulullah s.a.w menjawab, "Bagaimana para malaikat tidak beriman sedangkan mereka adalah pelaksana perintah Allah?"
Sahabat menjawab lagi, "Kalau begitu, para Nabilah yang imannya paling menakjubkan!"

"Bagaimana para Nabi tidak beriman, padahal wahyu turun kepada mereka," sahut Baginda.

Untuk ketiga kalinya, sahabat cuba memberikan jawaban, "Kalau begitu,sahabat-sahabatmu ya Rasulullah."

Rasulullah s.a.w pun menolak jawapan itu dengan berkata, "Bagaimana sahabat-sahabatku tidak beriman, sedangkan mereka menyaksikan apa yang mereka saksikan."

Rasul yang mulia meneruskan kalimahnya, "Orang yang imannya paling menakjubkan adalah kaum yang datang sesudah kamu. Mereka beriman kepadaku, walaupun mereka tidak melihatku. Mereka membenarkan aku tanpa pernah melihatku. Mereka menemukan tulisan dan beriman kepadaku.
Mereka mengamalkan apa yang ada di dalam tulisan itu. Mereka membela aku seperti kalian membela aku. Alangkah inginnya aku berjumpa dengan ikhwanku itu!"

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menghiburkan kita, "Berbahagialah orang yang melihatku dan beriman kepadaku." - Nabi mengucapkan kalimah ini satu kali.

"Berbahagialah orang yang beriman kepadaku padahal tidak pernah melihatku." - Nabi mengucapkan kalimah terakhir ini sebanyak tujuh kali.

Alangkah beruntungnya kita jika beriman dan beramal dgn risalah yg dibawa oleh junjungan mulia Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam.

Jumaat, April 30

buat mu..

Maafkan aku X,
Petang tadi kita berjalan bersama berdua di taman bunga…
Kau katakana padaku yg ada urusan yg ingin diperkatakan.
Jadi akhirnya aku setuju keluar…
Rupanya kau ingin keluar & inginkan teman berbicara
Setelah penat menelaah agaknya…

X,
Sepanjang pergaulan kita…kita hanya berbicara pabila ada urusan tertentu…
Tapi hari ini…kau inginkan aku berbicara tentang bunga, cuaca, sungai dan rerama…
Kau katakan tiadalah indah jika kita hanya berbicara tentang pathology, biochemistry, histology, pharmacology & anatomy…
Kau ingin aku jawab persoalan…dah makan ke? Makan apa tadi? Minum ape?....

X,

Kau tanyakan padaku…kenapa bila berbicara aku tak pandang anak matamu…
Itulah ‘body language’ yang tepat bila berbicara…
Ya aku tak nafikan...
Kau kata…hanya sesekali kupandang mukamu…
Kadang-kadang seolah2 kau bercakap dgn rumput dan bunga…
Aku pula, kalau tak tunduk hanya merenung awan dan kanak2 sedang bermain di taman
Maafkan aku…

X,
Kau melihat pasangan2 di taman bunga berpegangan tangan…
Kau komen…betapa romantisnya mereka…
Kenapa tidak kita…kau tanyakan padaku
Kenapa tak kita seperti merpati dua sejoli…
Kenapa tak kita seperti rerama berterbangan…

X,

Ya..aku akui…seperti dalam surah AnNabaa’
Tuhan ciptakan kita manusia berpasangan…
Hanya dia yang tunggal…

Tapi X,
Fahamilah…kau bukan milikku…kerana kau bukan isteriku
Sekalipun aku menerima y kau kekasihku…
Aku tiada hak utk merenung anak matamu…
Aku tiada hak memegang tanganmu…
Aku tiada hak mengucapkan rindu padamu…
Aku tiada hak mengucapkan aku cinta padamu…
Aku tiada hak untuk bertanya soalan2 mesra…
Berkongsi perasaan suka & duka bersamamu…
Mungkin sebagai teman ya…tapi ada batasnya…
Semuanya hak tadi hanya dapat kuberikan untuk seseorang…
….yang bernama isteriku…

X,
Muhammad SAW katakan yang aku akan jadi terbaik sekiranya …
Aku berlaku lemah lembut…& berkasih sayang kepada ahliku(isteri &anak2)
Tiada pula terjumpa pesanan dari Muhammad utk aku berkasih sayang pada tahap itu…
Selagi kau masih temanku…

Maafkan aku…
Mungkin nanti andai tuhan pertemukan jodoh kita…
Kau ingatkanlah padaku…
Aku mesti membantumu mengemas rumah, menjaga anak, memberi nafkah
Aku mesti luangkan masa bersamamu berjalan di taman bunga…
Tatkala itu…doakan aku menggenggam erat tanganmu
Doakan aku dapat merenung anak matamu…
Kita kan berbicara tentang ikan di tasik, rerama berterbangan bersama…
Cuaca y indah…kita kan renung bersama segala keindahan ciptaan ilahi…

X,

Andai aku terlupa…
Ingatkanlah aku bahawa hidup & matiku hanyalah utk Allah
Ingatkanlah aku…kekasihku y pertama melebihi ibuku & dirimu adalah
Muhammad SAW,

Ingatkanlah aku…semuanya hanya akan berlaku dengan izin Allah
Tuhan y merancang & menciptakan alam…
Tiada satu daunpun gugur melainkan dengan pengetahuanNya
Tiada bertemu dua zarah melainkan semua dalam Kitabnya…
Dialah Y Maha Berkuasa
InsyaAllah.

Temanmu,
Y

warkah buat ibu..

Emak...
Terlalu bosan rasanya duduk membilang hari. Sudah hampir sepuluh bulan emak pergi tapi rasanya baru semalam emak peluk Alang dan sejuk syahdunya masih terasa lagi. Emak andainya emak tahu itu lah pertama kali emak peluk anak emak yang nakal ni sejak Alang semakin dewasa dan itu juga kali terakhirnya.

Rupanya emak dah tahu yang emak ingin pergi jauh, hendak tinggalkan anak-anak emak, hendak tinggalkan dunia yang fana ini. Emak seperti sudah bersedia. Seminggu sebelum emak pergi, emak sudah menganyam tikar mengkuang sebanyak tiga helai. Akak beritahu sampai ke pagi emak menganyam tikar tanpa rasa mengantuk, tanpa rasa letih sehingga akak pun berasa hairan.

Emak tidak pernah seperti itu. Semasa menganyam emak pasang radio kecil di sebelah emak tetapi emak seolah-olah tidak menyedari bahawa rancangan radio itu siaran siam dan kadang-kala siaran indonesia. Emak terus tekun menganyam. Rupanya tikar yang telah mak siapkan itulah yang di gunakan untuk mengiringi emak ke kuburan.

Emak juga sapu sampah sekeliling rumah sehingga bersih, emak jemur permaidani-permaidani, emak ubahkan sofa ke tempat lain dan emak biarkan ruang itu kosong. Rupanya, di situlah jenazah emak diletakkan.

Emak turut berpesan di mana semua duit dan barang kemas emak diletakkan. Ada yang dekat dalam almari, dekat dalam dalam beg, ada dalam ASB, ada dekat dalam Tabung Haji dan emak cakap kalau tidak berapa cukup lagi emak ada simpan dekat dalam gulungan tikar. Pada masa itu emak sedar tak Alang gelak apabila emak beritahu duit dalam gulungan tikar. Alang kata emak ni memang "fesyen" lama dan emak cuma gelak sahaja. Bahagianya saat itu.



Emak.....

Hari itu, hari sabtu 18/08/1999 pukul 3 petang emak tiba-tiba sakit perut. Apabila malam itu apabila Alang sampai dari Kuala Lumpur emak sudah dalam kesakitan. Akak dan abang dekat kampung semua dah pujuk tetapi emak tetap tidak mahu ke hospital dan cuma tinggal giliran Alang sahaja yang belum pujuk emak.

Emak kata emak tidak mahu duduk di hospital tapi Alang berkeras juga pujuk emak. Alang cakap nanti di hospital ada doktor, ada ubat untuk emak tetapi dekat rumah kami hanya mampu sapu minyak dan urut sahaja. Emak tetap tidak bersetuju tetapi akhirnya apabila melihat keadaan emak makin teruk sampaikan nak sentuh perut emak pun sakit, kami adik beradik sepakat hantar juga emak ke hospital.

Emak...
Ampunkan kami semua. Kami hendak emak sihat. kami sayang emak. Kami tidak mahu emak sakit sebab itulah kami terpaksa juga hantar emak ke hospital. Ampunkan kami emak.

Emak...
Malam itu abang bawa emak ke hospital dan itulah pertama dan terakhir kalinya emak naik kereta Alang. Masih terbayang betapa ceria dan gembiranya emak apabila Alang cakap hendak membeli kereta. Emak asyik tanya duit cukup atau tidak. Dan Alang cakap kalau tidak cukup kan emak banyak duit. Emak gelak sahaja.

Bila Alang sudah mempunyai kereta emak buat kenduri kesyukuran dan masih ingat lagi apabila Alang terlanggar Ah-Chong naik motor. Kerana takut Alang 'warning' kakak supaya jangan sesekali beritahu dekat emak. Bila balik sahaja kampung Alang cepat-cepat simpan kereta dalam garaj tetapi emak perasan juga 'bumper' depan kemek.

Emak tanya kenapa dan Alang jawab terlangar pokok bunga. Emak bukan tujuan Alang untuk menipu tapi cuma tidak mahu emak risau. Maafkan Alang kerana sampai emak pergi emak tidak tahu hal yang sebenar. Emak, Alang menipu emak, ampunkan Alang.

Emak...
Jam 4.30 pagi 19/08 /2006. Apabila tiba sahaja di hospital, jururawat tengah balut emak dengan kain putih. Emak mesti nampak Alang jatuh terduduk di lantai hospital. Mesti emak nampak abang cium dahi emak. Mesti emak nampak akak baca doa untuk emak. Mesti emak nampak adik terduduk dekat kerusi dekat sudut itu. Mesti emak nampak semua kan?

Emak...
Pagi itu balik dari hospital jam 5.20 pagi, Alang memandu dalam keadaan separuh sedar. Adik dekat sebelah diam melayan perasaan. Kenangan bersama emak berputar dalam kepala ini. Jalan di hadapan terasa makin kelam, airmata dah tidak mampu di tahan. Masa itu seandainya apa-apa terjadi di jalan itu Alang rela. Namun alhamdulillah, akhirnya Alang sampai juga di rumah. Sepanjang perjalanan terasa kedinginan subuh itu lain benar suasananya. Terasa syahdu dan sayu.

Emak...
Alang masih ingat lagi, Alang membaca Al-Quran dekat tepi emak dan temankan emak. Jam 11.00 pagi emak sudah di mandikan. Anak-anak emak yang pangku emak semasa emak dimandikan. Emak mesti rasa betapa lembutnya kami mengosok seluruh tubuh emak. Alang gosok kaki emak perlahan-lahan. Emak perasan tak...?

Makcik yang mandikan emak memujuk Alang. Mak cik tu kata;

"Dik...jangan nangis...kalau sayang mak jangan buat gitu...jangan nangis ya.."

Bila makcik itu cakap macam itu lagi laju airmata ini mengalir tetapi Alang kawal supaya tidak menitis di atas emak.

Emak...
Sampai sini surat ini Alang tulis. Alang menangis ni tapi dekat dalam bilik. Baru pukul 4.00 pagi tiada orang yang bangun lagi. Alang dengar nasyid tajuk "anak soleh", Alang sedih, Alang rindu dekat emak! Nanti bila Alang selesai sembanyang subuh, Alang baca Yassin untuk emak. Emak tunggu ya!



Sebelum muka emak di tutup buat selamanya semua anak-anak emak mengelilingi emak. Menatap wajah emak buat kali terakhirnya. Semua orang kata emak seolah-olah senyum. Masa itu Alang sentuh dahi emak, Alang rasa dahi emak sejuk sangat. Alang tidak mampu hendak cium emak. Alang tidak berdaya. Alang tuliskan kalimah tauhid kat dahi emak dengan air mawar dan airmata mengalir tanpa boleh ditahan.


Emak mesti ingat kan yang anak emak ini jadi imam solat jenazah untuk emak tetapi Alang suruh tok imam bacakan doa sebab Alang sebak. Jam 12 tengahari emak diusung keluar dari rumah, Akak pula sudah terkulai dalam pelukan makcik. Badan akak terasa panas.

Emak..
Anak emak yang seorang itu demam. Cuma akak sorang sahaja anak emak yang tidak mengiringi emak ke tanah perkuburan.

Emak.....
Hari-hari yang Alang lalui tanpa kewujudan emak terasa begitu kehilangan. Setiap malam selepas maghrib anak emak ini mesti berendam airmata. Sampai satu tahap waktu itu malam jumaat selepas maghrib. Selesai Alang baca yassin dengan kawan-kawan, Alang keluarkan gambar-gambar emak dekat dalam bilik. Semakin Alang tenung terasa semakin sayu dan tangisan tidak dapat dibendung.

Emak...
Alang cuba bertahan dan memujuk diri sendiri tetapi tidak juga reda. Alang rasa ingin telefon emak, hendak cakap dengan emak. Anak mak yang ni dah tak betul kan???? Dan akhirnya dalam sedu-sedan itu Alang telefon ke kampung, Alang cakap dengan akak. Alang nangis lagi, puas akak memujuk Alang, akak kata..." tak baik laa nangis aje..doa lah untuk emak.." . Dan akhirnya akak juga menangis.

Emak...
Di saat itu kerinduan terasa menusuk sehingga ke hulu hati, rasa pilu sangat. Menusuk-nusuk sehingga terasa begitu sakit di dalam dada ini. Sampai sekarang apabila kerinduan itu menjelma hanya sedekah Al-Fatihah yang mampu Alang berikan.

Emak...
Cukuplah sampai sini dahulu. Kawan Alang dah ketuk pintu bilik ni. Kejap lagi kami hendak pergi solat subuh kat masjid. Selalunya, Alang yang bawak emak naik motor tetapi kali ini Alang jalan kaki dengan kawan. Esok Alang ingat hendak tulis surat dekat ayah pula. Mula-mula Alang tidak tahu hendak hantar ke mana surat ni tetapi kawan Alang cakap simpan sahaja buat kenangan.

Akhir kata untuk emak, I LOVE YOU SO MUCH dan jutaan terima kasih kerana membesarkan Alang dan memberi seluruh kasih sayang dari kecil sampai masuk sekolah, sampai masuk universiti, sampai Alang boleh rasa naik kapal terbang, boleh rasa duduk dekat negara orang. Sampai akhir hayat ini jasa emak tidak akan mampu Alang balas.

Sekian terima kasih,

Yang Benar,
Alang